Hasan menyebut adanya upaya pihak tertentu yang menyebarkan ketakutan atau fear mongering terkait kebijakan tersebut.
“Informasi yang beredar saat ini kemungkinan berasal dari sumber anonim yang mencoba menimbulkan kekhawatiran di masyarakat,” ujar Hasan di Kantor PCO, Jakarta, Jumat (7/2).
Ia menjelaskan bahwa setiap kementerian akan melakukan penghematan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar program yang manfaatnya bagi publik tidak dapat diukur dengan jelas untuk dihentikan.
“Anggaran perjalanan luar negeri, kegiatan seremonial, serta perjalanan dinas akan dikurangi,” tambah Hasan.
Namun, ia menegaskan bahwa ada beberapa pos anggaran yang tetap dipertahankan, seperti kewajiban pelayanan publik (public service obligation) dan belanja pegawai.
Selain itu, anggaran untuk bantuan sosial juga tidak akan terdampak oleh kebijakan efisiensi ini. (tam)